Perjalanan Dakwah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah

Qumedia - Mentari Mekkah perlahan meredup, bukan karena senja menjelang, melainkan karena beratnya penindasan yang menghimpit kaum beriman. Suara kebenaran yang lantang disuarakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terasa bagai duri dalam tenggorokan para pemuka Quraisy. Setiap hari, siksaan dan intimidasi kian menjadi-jadi, memaksa umat Islam untuk mencari perlindungan di tempat lain. Di tengah kegelapan itu, secercah harapan mulai menyinari ufuk, sebuah kota bernama Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah Al-Munawwarah, siap menyambut risalah Islam.
Hijrah, sebuah kata yang kini terukir dalam sejarah Islam dengan tinta emas, bukanlah sekadar perpindahan geografis dari satu kota ke kota lain. Ia adalah sebuah transformasi spiritual, sebuah babak baru dalam perjuangan menegakkan kalimatullah di muka bumi. Hijrah adalah simbol keberanian, pengorbanan, dan keyakinan teguh kepada Allah SWT.
Perjalanan dari Mekkah ke Madinah bukanlah perjalanan yang mudah. Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Ancaman dari kaum Quraisy yang terus-menerus mengejar, cuaca gurun yang panas dan kering, serta minimnya perbekalan menjadi ujian berat yang harus dihadapi. Namun, dengan tawakkal yang sempurna kepada Allah SWT dan dukungan dari para sahabat yang setia, mereka berhasil melewati setiap kesulitan.
Sebelum Rasulullah SAW berhijrah, beliau telah mengirimkan sebagian sahabatnya terlebih dahulu ke Yatsrib. Di sana, mereka disambut dengan hangat oleh kaum Anshar, penduduk asli Yatsrib yang telah beriman kepada Allah SWT. Kaum Anshar dengan tulus memberikan tempat tinggal, makanan, dan perlindungan kepada para Muhajirin, saudara-saudara mereka yang datang dari Mekkah. Ikatan persaudaraan yang kuat ini menjadi fondasi utama bagi tegaknya masyarakat Islam di Madinah.
Rasulullah SAW tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama Hijriyah. Kedatangan beliau disambut dengan sukacita oleh seluruh penduduk Madinah. Mereka berbondong-bondong menyambut Rasulullah SAW dengan shalawat dan pujian. Suasana haru dan bahagia menyelimuti kota Madinah, menandakan dimulainya era baru bagi umat Islam.
Setibanya di Madinah, Rasulullah SAW segera melakukan beberapa langkah strategis untuk membangun masyarakat Islam yang kuat dan harmonis. Beliau mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshar dalam ikatan persaudaraan yang kokoh. Beliau juga membuat perjanjian dengan kaum Yahudi yang tinggal di Madinah untuk hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Selain itu, Rasulullah SAW juga membangun masjid Nabawi sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial bagi umat Islam.
Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah merupakan titik balik dalam sejarah Islam. Di Madinah, umat Islam dapat membangun masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam secara utuh dan menyeluruh. Madinah menjadi pusat penyebaran dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman tentang keutamaan orang-orang yang berhijrah:
وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya: "Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki." (QS. Al-Hajj: 58)
Demikian pula dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تَنْقَطِعُ الْهِجْرَةُ حَتَّى تَنْقَطِعَ التَّوْبَةُ وَلاَ تَنْقَطِعُ التَّوْبَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
Artinya: "Tidak akan terputus hijrah sampai terputusnya taubat, dan tidak akan terputus taubat sampai matahari terbit dari barat." (HR. Ahmad)
Hijrah tidak hanya terbatas pada perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Hijrah juga dapat berupa hijrah spiritual, yaitu meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat menuju ketaatan kepada Allah SWT. Dalam konteks modern, hijrah dapat diartikan sebagai upaya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
Kisah hijrah Rasulullah SAW ke Madinah adalah sebuah inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia. Ia mengajarkan kepada kita tentang pentingnya keberanian, pengorbanan, dan keyakinan kepada Allah SWT dalam menghadapi segala tantangan kehidupan. Semoga kita semua dapat meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Reference:
- Sirah Nabawiyah
- Ibnu Hisyam
- Fiqih Sirah
- Dr. Said Ramadhan Al-Buthy
Wallahu A'lam